Warta News Day - PALANGKA RAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) membuka 2.000 kuota sekolah vokasi pertanian yang memungkinkan peserta untuk bekerja menggarap lahan cetak sawah yang tersebar di sejumlah kabupaten di Kalteng.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo menjelaskan, program vokasi tersebut merupakan hasil inisiasi Gubernur Kalteng untuk mencetak lapangan kerja baru, sekaligus dengan harapan banyak anak-anak daerah yang terjun ke sektor pertanian.
“Vokasi ini kuotanya cukup banyak, ada 2.000, dan 2.000 peserta ini akan menempuh pendidikan selama satu tahun, langsung kerja, di mana 30 persen belajar di kelas dan 70 persen pembelajaran di lapangan, saat belajar di lapangan langsung bisa dibayar,” jelas Reza saat diwawancarai di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Kamis (5/3/2026).
Reza menjelaskan bahwa peserta pendidikan vokasi tersebut nantinya akan belajar sambil melakukan praktik lapangan.
Ketika melakukan praktik lapangan, peserta akan menerima gaji yang sesuai dengan produktivitasnya dalam melakukan pekerjaan.
Banyak Demonstrasi Minta Stop MBG, Wapres Gibran Ajak Mahasiswa ke Wilayah 3T
Artikel Kompas.id
“Untuk melancarkan program ini, kami bekerja sama dengan dinas terkait, ada dinas pertanian, tenaga kerja dan transmigrasi, lalu kehutanan, terus Universitas Muhammadiyah Palangka Raya,” jelasnya.
Menurut Reza, pendidikan vokasi yang dibuka ini sejalan dengan program Kartu Huma Betang Sejahtera untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Reza menyebut, untuk mendaftar pendidikan vokasi tersebut, masyarakat dapat mendaftar ke Universitas Muhammadiyah Palangka Raya yang akan membuka pendaftaran dalam waktu dekat.
Program ini akan memberikan kesempatan bagi 2.000 masyarakat yang ingin mengikuti pendidikan vokasi sekaligus bekerja selama menempuh studi.
“Mudah-mudahan lancar, jika peminatnya bagus dan kemampuan daerah kami cukup, semua bisa terpenuhi, pada prinsipnya kami siapkan di sistem,” terangnya.
Konsep pendidikan
Dalam konsepnya, Reza menjelaskan bahwa pendidikan vokasi tersebut memungkinkan siswa untuk lebih banyak menerima pelajaran lapangan terkait dengan pertanian.
“Misalnya ada tujuh hari, dua hari belajar akademik, teori-teori, sisanya praktik lapangan seperti menanam,” tambahnya.
Tempat yang akan dijadikan tempat belajar sekaligus bekerja itu, ujar Reza, adalah lokasi-lokasi cetak sawah yang tersebar di banyak daerah di seluruh Kalteng.
“Kalteng sedang menjalankan program cetak sawah rakyat yang merupakan amanah dari Pak Presiden, siapa yang menanam? Pak Gubernur menyiapkannya melalui program vokasi ini, silakan bagi masyarakat yang berminat,” tuturnya.
Maka dari itu, lulusan pendidikan vokasi ini nantinya bakal ditugaskan di setiap lokasi cetak sawah dan menjadi bagian dari brigade pangan pemerintah.
“2.000 orang yang sudah dibekali dengan keilmuan pertanian ini selanjutnya akan disebar ke seluruh titik cetak sawah di Kalteng dan masuk ke dalam brigade pangan,” pungkas Reza.