Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama di Sektor Mineral Kritis untuk Teknologi Global
Teknologi

Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama di Sektor Mineral Kritis untuk Teknologi Global

Jakarta, InfoPublik – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyatakan Indonesia kini berada dalam posisi strategis untuk bertransformasi dari sekadar eksportir bahan mentah menjadi mitra utama dalam rantai pasok teknologi global.

Hal itu disampaikan Nezar saat menyampaikan keynote speech dalam forum India–Indonesia Critical Mineral Conference yang digelar di Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, Indonesia tidak lagi ingin berada di pinggir rantai nilai industri semikonduktor dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI). Pemerintah menegaskan visi untuk menjadikan kekayaan mineral nasional sebagai fondasi pembangunan industri teknologi masa depan.

“Inilah mengapa konferensi ini sangat penting. Kami tidak hanya ingin menjual materi kepada Anda, tetapi juga membangun kerangka kerja mineral penting berbasis teknologi,” ujar Wamenkomdigi.

Nzar menekankan bahwa arah baru kebijakan tersebut sekaligus memperkuat kemitraan strategis Indonesia dengan India, yang dinilai berhasil mengakselerasi ekosistem teknologi melalui inisiatif Make in India.

Nezar mengungkapkan kekagumannya atas perkembangan teknologi India yang disaksikannya langsung dalam AI Impact Summit di India pekan lalu. Ia menyoroti transformasi industri melalui inisiatif tersebut, termasuk langkah Tata Group dalam membangun pusat data berbasis AI serta inovasi jaringan yang menghadirkan superkomputer ke desktop.

“India tidak hanya berpartisipasi dalam masa depan tetapi juga sedang membangunnya,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut forum tersebut, Pemerintah Indonesia menawarkan tiga agenda utama kolaborasi Indonesia–India.

Pertama, membangun bersama di Indonesia melalui investasi fasilitas pemrosesan mineral menjadi material berkualitas elektronik.

Kedua, investasi pada sumber daya manusia melalui transfer pengetahuan dan pengembangan talenta insinyur semikonduktor.

Ketiga, membangun koridor ketahanan rantai pasok dengan menghubungkan sumber daya Indonesia dan manufaktur India guna menciptakan rantai pasok yang tangguh dan efisien.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah mineral kritis sekaligus memperkuat daya saing nasional dalam industri teknologi global.

You can share this post!