Wakil Ketua MPR Serukan Layanan Publik Inklusif untuk Penyandang Disabilitas
Sosial

Wakil Ketua MPR Serukan Layanan Publik Inklusif untuk Penyandang Disabilitas

Warta News Day - Liputan6.com, Jakarta - Jumlah penyandang disabilitas di Indonesia diperkirakan terus bertambah. Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Agustus 2025 mencatat sekitar 15,2 juta jiwa penduduk Indonesia merupakan penyandang disabilitas.

Sementara itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan lebih dari 1 juta anak usia 5–17 tahun hidup dengan disabilitas, dengan proporsi terbesar pada disabilitas intelektual dan mental.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan mencatat usia harapan hidup orang Indonesia saat ini mencapai 73–74 tahun, tetapi usia harapan hidup sehat masih terpaut sekitar 11–12 tahun di bawah angka harapan hidup.

Artinya, cukup banyak masyarakat yang menjalani masa lanjut usia dalam kondisi kesehatan yang menurun yang berpotensi mengalami disabilitas.

Maka dari itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai perlu adanya pemenuhan layanan publik yang lebih inklusif untuk menghadapi peningkatan jumlah penyandang disabilitas di masa mendatang.

"Langkah-langkah antisipatif sangat diperlukan dalam upaya menghadirkan layanan publik di sektor kesehatan, transportasi, dan sarana umum lainnya yang lebih inklusif, menghadapi peningkatan jumlah penyandang disabilitas yang diperkirakan meningkat," kata Lestari dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026).

Menurut Lestari, sejumlah catatan tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak terkait untuk menyiapkan sejumlah langkah nyata guna mempersiapkan layanan publik yang mampu diakses para penyandang disabilitas.

You can share this post!