KONI Siapkan Agenda Strategis Menuju PON 2028 di NTT dan NTB
Nasional

KONI Siapkan Agenda Strategis Menuju PON 2028 di NTT dan NTB

Warta News Day - Wamenpora Taufik Hidayat (tengah) bersama Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman memberikan keterangan pers terkait agenda Rakernas KONI 2026 di Jakarta, Kamis (21/5).(FOTO Dok. Gung)

465

SHARES

1.5k

VIEWS

Share on Facebook Share on Twitter

JAKARTA, KORANSATU.ID – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Marciano Norman menegaskan Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan Program Strategis Nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung target Asta Cita di bidang olahraga nasional.

Penegasan itu disampaikan Marciano saat membuka Rakernas dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2026 di Pullman Jakarta Central Park, Kamis (21/5/2026).

Menurut Marciano, PON menjadi puncak pembinaan olahraga prestasi nasional yang harus dijalankan secara berkelanjutan oleh seluruh pemangku kepentingan olahraga, mulai dari KONI Pusat, KONI provinsi dan kabupaten/kota hingga induk cabang olahraga.

“PON adalah momentum penting dalam membangun olahraga prestasi Indonesia. Kita harus memastikan pembinaan berjalan dari tingkat klub hingga nasional agar prestasi Indonesia semakin meningkat,” ujar Marciano.

Ia menjelaskan, KONI kini tidak hanya fokus pada PON utama empat tahunan, tetapi juga mengembangkan sejumlah agenda baru seperti PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor dan PON Remaja. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis memperluas ruang kompetisi atlet nasional sekaligus memperkuat pembinaan di berbagai cabang olahraga.

Marciano menyebut perkembangan prestasi olahraga Indonesia dalam setahun terakhir menunjukkan tren positif. Salah satunya ditandai keberhasilan kontingen Merah Putih finis di posisi kedua SEA Games Thailand 2025.

“Prestasi ini adalah hasil kerja keras semua pihak. Atlet, pelatih, cabang olahraga hingga KONI daerah memiliki peran besar dalam membangun olahraga Indonesia,” katanya.

KONI juga mulai menyiapkan sejumlah agenda besar, termasuk PON Pantai 2026 di DKI Jakarta serta PON Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara. Selain itu, persiapan menuju PON XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan beberapa venue di DKI Jakarta menjadi fokus utama organisasi.

Marciano berharap PON 2028 tidak hanya sukses dari sisi prestasi dan penyelenggaraan, tetapi juga memberi dampak ekonomi melalui pengembangan sport industry dan sport tourism.

“PON 2028 harus menjadi momentum persatuan bangsa sekaligus memberikan dampak ekonomi, publikasi dan pemanfaatan venue olahraga secara berkelanjutan,” ucapnya.

Dalam Rakernas KONI 2026, sejumlah agenda strategis turut dibahas, di antaranya penyempurnaan AD/ART KONI serta penyelarasan kalender olahraga nasional agar tidak terjadi benturan jadwal antar cabang olahraga dan daerah.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat yang membuka Rakernas mewakili Menpora RI menegaskan pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan KONI dan seluruh cabang olahraga.

“KONI dan cabang olahraga adalah mitra strategis pemerintah. Ke depan, komunikasi dan sinergitas harus semakin kuat demi target besar olahraga Indonesia,” ujar Taufik.

Musornaslub KONI 2026 juga akan menentukan tuan rumah PON XXIII Tahun 2032. Hingga saat ini, pasangan Banten dan Lampung menjadi kandidat tunggal penyelenggara.(Dens)

Previous Post

Turnamen IMTC 2026 Diikuti 250 Petenis Junior, Jadi Ajang Pembinaan Bibit Tenis Indonesia

Next Post

Kejari Cimahi Laksanakan Entry Meeting, Terkait Pembangunan Sarana dan Prasarana Serta Pemberdayaan Masyarakat

You can share this post!