Ketegangan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
Internasional

Ketegangan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Warta News Day - AKURAT BANTEN - Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait penyitaan kapal kargo berbendera Iran oleh angkatan laut AS.

Langkah tersebut langsung memicu respons cepat dari pasar global yang selama ini sangat sensitif terhadap dinamika konflik di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini semakin memperuncing ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi salah satu titik paling penting dalam distribusi energi dunia.

Tak lama setelah pernyataan itu muncul, harga minyak mentah jenis Brent langsung melonjak lebih dari 4 persen hingga menyentuh kisaran USD94 per barel, setelah sebelumnya sempat mengalami pelemahan.

Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, terutama jika konflik di kawasan tersebut terus memburuk.

Sebagai jalur yang mengangkut sekitar 20 persen kebutuhan energi dunia, gangguan sekecil apa pun di Selat Hormuz dapat berdampak besar terhadap stabilitas harga minyak internasional.

Di sisi lain, laporan mengenai pembatasan jalur pelayaran oleh Iran turut memperbesar kecemasan pelaku pasar, meskipun belum ada kepastian sejauh mana kebijakan tersebut akan berlangsung.

“Pasar minyak terus bergejolak sebagai respons terhadap pernyataan yang berubah-ubah dari AS dan Iran, bukan semata kondisi pasokan di lapangan,” kata Saul Kavonic.

Analis menilai, ketidakpastian politik saat ini menjadi faktor dominan yang mendorong volatilitas harga energi, bahkan lebih kuat dibandingkan kondisi fundamental seperti produksi atau cadangan minyak global.

You can share this post!