Warta News Day - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memperlihatkan inovasi teknologi dan strategi bisnis terkini dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026, dengan fokus pada peningkatan produksi berkelanjutan dan ketahanan energi nasional.
Dalam menghadapi tantangan pengelolaan lapangan migas yang kian menua, PHR Regional 1 Sumatra melakukan integrasi antara Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4, yang kini menyumbang lebih dari 30% total produksi minyak bumi nasional.
Direktur Utama PHR Regional 1, Muhamad Arifin, menyatakan bahwa kehadiran PHR di IPA Convex 2026 merupakan momen penting untuk menunjukkan komitmen dalam mendorong produksi migas yang berkelanjutan. Dalam sesi diskusi tentang pengelolaan lapangan tua, General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, menjelaskan tentang manajemen reservoir yang efektif, yang menghasilkan stabilitas produksi sebesar 151 ribu barel minyak per hari dan 33 MMSCFD gas. PHR juga berencana untuk melakukan survei seismik 3D, reaktivasi sumur idle, serta memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) untuk eksplorasi lebih lanjut di Blok Rokan.
Momentum IPA Convex 2026 juga diwarnai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pertamina EP dan PHR, yang akan mendukung operasional produksi migas di Wilayah Kerja Rokan. Selain itu, PHR telah melaksanakan berbagai inovasi di berbagai zona, seperti proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) di Zona Rokan dan digital monitoring system di Zona 1. PHR juga aktif dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), dengan berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat di masing-masing zona operasinya.