Warta News Day - Ambon, Tribun Maluku : Menjelang akhir tahun 2025, Pemerintah Kota Ambon kembali menorehkan capaian positif dalam sektor pelayanan publik. Melalui pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang rutin digelar setiap tahun, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Pemkot Ambon tahun ini mencapai angka 87,56 dengan predikat Baik.
Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa kualitas layanan publik di Kota Ambon terus mengalami perbaikan dan peningkatan secara konsisten.
Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Setda Kota Ambon, Arthur Solsolay, menegaskan bahwa SKM bukan sekadar agenda administratif tahunan, melainkan instrumen strategis untuk membaca persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
“Survei Kepuasan Masyarakat ini bertujuan untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap kinerja pelayanan publik sekaligus menjadi alat evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar kualitas pelayanan terus meningkat,” ujar Solsolay.
Pada tahun 2025, SKM melibatkan 86 Organisasi Penyelenggara Pelayanan (OPP) yang mencakup seluruh Dinas, Badan, Bagian, Kecamatan, Kelurahan, hingga Puskesmas di lingkup Pemkot Ambon. Proses pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner offline maupun online dengan metode yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebanyak sembilan unsur pelayanan menjadi fokus penilaian, yakni persyaratan, prosedur, waktu penyelesaian, biaya atau tarif, produk layanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan, serta sarana dan prasarana.
Untuk memastikan kualitas pelaksanaan SKM, Bagian Organisasi selaku OPD pembina pelayanan publik menggelar coaching clinic dan pendampingan intensif kepada para admin penanggung jawab OPP selama dua bulan, yakni Oktober hingga November 2025.
Seluruh OPP diwajibkan menyusun laporan hasil survei, yang kemudian direkapitulasi dan dianalisis berdasarkan pedoman serta rumus resmi yang berlaku. Hasil akhir IKM sebesar 87,56 tersebut selanjutnya telah disampaikan kepada Kementerian PANRB sebagai bentuk akuntabilitas kinerja.
Menariknya, capaian tahun ini menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, IKM berada di angka 83,39, naik menjadi 84,62 pada 2024, dan kembali melonjak ke 87,56 pada 2025.
“Tren peningkatan ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Ambon berkomitmen dan konsisten dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Ini juga sejalan dengan program prioritas penataan birokrasi yang kapabel, handal, serta bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tegas Solsolay.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD atas partisipasi aktif dan komitmen dalam penyusunan laporan SKM. Ke depan, setiap OPD diharapkan menyediakan layanan kuesioner baik secara offline maupun online secara berkelanjutan, guna memudahkan evaluasi triwulanan, semesteran, maupun tahunan.
Dengan capaian ini, Pemkot Ambon tidak hanya mempertahankan predikat “Baik”, tetapi juga mempertegas arah reformasi birokrasi yang berorientasi pada kepuasan dan kebutuhan masyarakat.