Warta News Day - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun dampaknya terhadap pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dinilai kecil, tetap memberikan kontribusi signifikan bagi sektor ketenagakerjaan informal di tingkat akar rumput. Hal ini disampaikan oleh Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti.
Esther menjelaskan bahwa meski penciptaan lapangan pekerjaan melalui MBG memberikan dampak positif, pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi makro masih tergolong kecil. Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa dampak yang ada bersifat temporer dan akan hilang setelah program berakhir.
Riset terbaru dari INDEF menunjukkan bahwa MBG mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja melalui perbaikan kesehatan dan pendidikan, yang pada gilirannya dapat mendorong kenaikan moderat PDB. Proyeksi menunjukkan bahwa intervensi gizi dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja total sebesar 0,7% pada tahun keenam pelaksanaan program, dengan kontribusi dari kanal kesehatan sebesar 0,2% di tahun kedua dan dari kanal pendidikan sebesar 0,5% di tahun keenam.
Hingga akhir tahun 2025, realisasi anggaran MBG mencapai Rp 52,9 Triliun, atau 74,6% dari total pagu APBN sebesar Rp 71 Triliun. Program ini telah menjangkau 50,7 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta sasaran. Di lapangan, MBG melibatkan 17.555 Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) dan menyerap 741.985 tenaga kerja, dengan pendanaan yang netral tanpa menambah defisit APBN.