Warta News Day - Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 50 ribu pekerja dan potensi hengkangnya investasi dari Indonesia disoroti oleh Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno. Ia menekankan pentingnya langkah cepat pemerintah dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Eddy Soeparno, yang berasal dari Fraksi PAN, mengingatkan bahwa setiap indikasi relokasi investasi dan perlambatan aktivitas usaha harus dipandang secara serius. Menurutnya, dampak dari isu ini langsung berhubungan dengan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Ia menegaskan bahwa investasi merupakan mesin utama penggerak ekonomi yang menciptakan lapangan kerja baru. Oleh karena itu, respons pemerintah terhadap sinyal negatif dari dunia usaha sangat diperlukan. Kebijakan yang lebih adaptif dan kompetitif harus diambil untuk memenuhi kebutuhan investor di tengah persaingan global yang ketat.
Eddy menekankan pentingnya kepastian hukum dan konsistensi kebijakan dalam menarik investor. Ia juga meminta agar birokrasi bertransformasi menjadi lebih efisien dan fungsional sebagai fasilitator, bukan penghalang bagi investasi baru. Selain itu, percepatan digitalisasi layanan publik dan penyederhanaan proses perizinan juga menjadi sorotan penting.
Eddy meyakini bahwa Indonesia masih mempunyai potensi besar sebagai tujuan investasi, berkat pasar domestik yang luas, bonus demografi, dan posisi strategis di kawasan. Namun, potensi tersebut harus didukung oleh reformasi struktural yang konsisten dalam memastikan kepastian hukum dan lingkungan investasi yang aman. Dengan langkah yang tepat, Indonesia dapat menjaga momentum investasi dan tidak kehilangan peluang dalam persaingan global.