SURABAYA |BrataPos.com — Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kian masif dinilai tidak akan pernah mampu menggantikan peran jurnalis. Pimpinan Redaksi BrataPos.com menegaskan, kerja jurnalistik bukan sekadar soal kecepatan mengolah data, tetapi menyangkut etika, hukum, dan nurani yang tidak bisa diotomatisasi oleh mesin.
“AI bisa membantu kerja redaksi, tapi tidak bisa menggantikan fungsi jurnalis sebagai penjaga akurasi, keadilan, dan kepentingan publik,” tegas Pimred BrataPos.com, Selasa (11/2/2026).
Menurutnya, AI hanyalah alat bantu teknologi. Tanpa proses verifikasi lapangan, konfirmasi narasumber, dan pertimbangan etik, informasi yang dihasilkan mesin justru berpotensi menyesatkan publik.
Jurnalis bekerja dengan standar profesional yang tunduk pada Kode Etik Jurnalistik serta hukum pers. “Jurnalisme itu bukan sekadar menulis. Ada tanggung jawab sosial, ada empati, ada kehati-hatian hukum. Itu semua tidak bisa digantikan oleh algoritma,” ujarnya.
Ia juga menyoroti praktik sejumlah sistem AI yang menyerap konten jurnalistik tanpa izin media. Menurutnya, hal tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta serta merugikan perusahaan pers secara ekonomi.
“Berita itu bukan data bebas pakai. Itu hasil kerja profesional yang dilindungi undang-undang. Kalau diambil untuk kepentingan komersial tanpa izin dan kompensasi, itu jelas bermasalah secara hukum,” katanya.
Pimred BrataPos.com menambahkan, ke depan pemerintah perlu segera menerbitkan aturan turunan berupa Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Presiden (Perpres) yang secara khusus mengatur pemanfaatan konten jurnalistik oleh sistem AI.
witnyo
Related to this topic:
Menjawab Tantangan Pelayanan Publik: Inovasi Inklusif dan Budaya Lokal Layanan Pertanahan di Kabupaten Bantul
9 Juli 2024
Polri makin berbenah diri ?
14 Juli 2024
Catatan "KEMERDEKAAN", Dan Menjadi Pemilih "MERDEKA"
17 Agustus 2024
Peresmian Kantor Bersama "Advokat, Media & Ormas LMPP NTB,"Silaturahmi dan Sinergitas
26 Agustus 2024
Be the first to write a comment.