Warta News Day - Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 7 Maret 2026, 10:40 WIB
Add on Google
Sakina Rakhma Diah Setiawan
Penulis
Lihat Foto
Ilustrasi pekerja, tenaga kerja. (SHUTTERSTOCK/ROBERT KNESCHKE)
Sumber CNBC
NEW YORK, KOMPAS.com – Ekonomi Amerika Serikat (AS) kehilangan lapangan kerja pada Februari 2026, di tengah tekanan cuaca musim dingin ekstrem serta aksi mogok kerja di salah satu penyedia layanan kesehatan terbesar di negara tersebut.
Dikutip dari CNBC, Sabtu (7/3/2026), Biro Statistik Tenaga Kerja AS atau Bureau of Labor Statistics (BLS) melaporkan, nonfarm payrolls atau jumlah pekerja di luar sektor pertanian turun 92.000 pada Februari 2026.
Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan yang memproyeksikan penambahan 50.000 pekerjaan.
Baca juga: PHK di AS Turun Tajam, tapi Klaim Tunjangan Pengangguran Tak Berubah
canva.com ilustrasi pekerja.
Penurunan tersebut juga lebih rendah dibandingkan data Januari yang telah direvisi turun menjadi 126.000.
Februari 2026 sekaligus menjadi kali ketiga dalam lima bulan terakhir ketika jumlah payrolls mengalami penurunan, setelah revisi tajam menunjukkan penurunan 17.000 pekerjaan pada Desember 2025.
Pada saat yang sama, tingkat pengangguran di AS naik menjadi 4,4 persen. Kenaikan ini terjadi seiring berkurangnya lapangan kerja di sejumlah sektor utama perekonomian.
Namun demikian, ukuran pengangguran yang lebih luas, yang mencakup pekerja yang putus asa mencari pekerjaan serta mereka yang bekerja paruh waktu karena alasan ekonomi, justru turun menjadi 7,9 persen.
Baca juga: Klaim Pengangguran AS Naik Tipis, Pasar Kerja Masih Stabil
Angka tersebut lebih rendah 0,2 poin persentase dibandingkan Januari 2026.
Penurunan lapangan kerja dipicu sektor kesehatan
Salah satu sektor yang paling memengaruhi penurunan lapangan kerja adalah layanan kesehatan. Selama setahun terakhir, sektor ini menjadi pendorong utama pertumbuhan payrolls di AS.
FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi layanan kesehatan.
Pada Februari 2026, sektor layanan kesehatan kehilangan 28.000 pekerjaan. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh aksi mogok kerja di Kaiser Permanente yang melibatkan lebih dari 30.000 pekerja di negara bagian Hawaii dan California.
Meskipun aksi mogok tersebut telah berakhir, kejadian itu berlangsung pada minggu survei BLS sehingga tetap memengaruhi total jumlah pekerjaan dalam laporan tersebut.
Baca juga: Anak Muda Terdidik jadi Pengangguran, Perlu Investasi untuk Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas
Di sisi lain, meskipun jumlah pekerjaan melemah, pertumbuhan upah menunjukkan kinerja yang lebih kuat dari perkiraan.
Rata-rata pendapatan per jam meningkat 0,4 persen selama Februari 2026. Secara tahunan, kenaikan upah mencapai 3,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kedua angka tersebut masing-masing lebih tinggi 0,1 poin persentase dari proyeksi sebelumnya.
The Fed: pasar tenaga kerja belum stabil
Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco Mary Daly mengatakan, data tersebut menunjukkan harapan bahwa pasar tenaga kerja mulai stabil mungkin terlalu optimistis.
Baca juga: Kala Tingkat Pengangguran Turun Namun Separuh Pekerja Indonesia Masih Alami Ketidaksesuaan Pendidikan dan Pekerjaan
“Saya rasa ini hanya menunjukkan bahwa harapan bahwa pasar tenaga kerja akan stabil, mungkin itu terlalu berlebihan,” kata Daly kepada CNBC.
Ia juga menyoroti inflasi masih berada di atas target dan harga minyak sedang meningkat.
“Kita juga menghadapi inflasi yang melebihi target dan kenaikan harga minyak. Berapa lama hal ini akan berlangsung, kita tidak tahu, tetapi kedua tujuan kita saat ini berisiko dan kita harus terus memantau keduanya,” ujar Daly.
Sejumlah sektor alami penurunan pekerjaan
Selain sektor kesehatan, sektor layanan informasi juga mengalami penurunan lapangan kerja. Sektor ini kehilangan 11.000 pekerjaan, yang merupakan bagian dari tren penurunan selama 12 bulan terakhir dengan rata-rata kehilangan sekitar 5.000 pekerjaan setiap bulan.
DOK. Humas MNP Ilustrasi pekerjaan dalam industri teknologi kreatif.
Baca juga: BPS: Tingkat Pengangguran Turun, Jumlah yang Menganggur 7,35 Juta Orang
Pemangkasan tersebut terjadi di tengah perubahan industri yang dipicu oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Sektor manufaktur juga mencatat penurunan sebanyak 12.000 pekerjaan pada Februari. Penurunan ini terjadi meskipun pemerintah AS menerapkan tarif perdagangan yang ditujukan untuk menarik kembali aktivitas produksi dari luar negeri.
Halaman:
1
2
3
Show All
lapangan kerja
Pengangguran
ekonomi AS
tingkat pengangguran
indepth
Data Ketenagakerjaan AS
Lihat Money Selengkapnya
1 Tahun Pemerintahan, Prabowo Klaim Pengangguran Terendah Sejak 1998
Tenaga Kerja Belum Sesuai Kebutuhan Industri, Pengangguran Muda Masih Tinggi
Pengangguran di AS Dilaporkan Naik, Lapangan Kerja Sulit
Memahami Angka Pengangguran Versi BPS
Pertanian Motor Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran
Pilihan Untukmu
Terkini Lainnya
Pembiayaan Produktif untuk Pertanian dan UMKM Terus Diperluaa
Keuangan
29/06/2026, 22:27 WIB
Pengisian Awal Waduk PLTA Batangtoru Berlangsung Dua Pekan, Ini Persiapannya
Ekbis
29/06/2026, 22:20 WIB
OJK: Online Scam Kini Terhubung dengan Pencucian Uang dan Jaringan Lintas Negara
Keuangan
29/06/2026, 22:13 WIB
Bulog Persilakan Masyarakat Tukar MinyaKita Berbau Solar, Begini Caranya
Ekbis
29/06/2026, 21:41 WIB
Bela Kemenperin, Anggota DPR Ini Sebut Kritik Said Iqbal soal Industri Otomotif Tidak Tepat
Industri
29/06/2026, 21:31 WIB
Asosiasi Produsen Keramik Harap HGBT Ditambah Jadi 80 Persen
Industri
29/06/2026, 21:12 WIB
Akan Bangun Rusun Subsidi di Lahan Hibah Meikarta, Danantara Siapkan Skema Cicilan Terjangkau
Ekbis
29/06/2026, 21:01 WIB
Dirut Bulog Perintahkan Tarik Seluruh MinyaKita Berbau Solar, Konsumen Akan Diganti
Ekbis
29/06/2026, 20:30 WIB
Bhinneka Life Gandeng Rumah Sakit Malaysia, Dorong Deteksi Dini Penyakit
Keuangan
29/06/2026, 20:20 WIB
Industri Minta Kendaraan Hibrid dan Bensin Dapat Insentif
Energi
29/06/2026, 20:10 WIB
Cek Penerima Bansos 2026, Ini Link Resmi dan Caranya, Cukup Pakai NIK KTP
Ekbis
29/06/2026, 20:04 WIB
Aturan Baru OJK Dinilai Bisa Dorong Influencer Kripto Lebih Transparan
Cuan
29/06/2026, 20:01 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Pasar Cermati Gencatan Senjata AS-Iran
Energi
29/06/2026, 19:49 WIB
Batam Bersiap Jadi Hub AI Asia Tenggara, Firmus Australia dan NVIDIA Berencana Investasi
Ekbis
29/06/2026, 19:49 WIB
Harga Minyak Bergejolak Lagi, Menko Airlangga Klaim Fiskal RI Masih Aman
Ekbis
29/06/2026, 19:39 WIB
1
2
3
Next
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app