Warta News Day - Pada tanggal 16 Maret, Nvidia mengumumkan bahwa Uber akan mulai mengerahkan kendaraan otonom Level 4 di Los Angeles dan San Francisco mulai tahun 2027, sebagai bagian dari strategi kolaborasi kedua perusahaan untuk mengembangkan teknologi kendaraan otonom.
Sebelumnya, Nvidia dan Uber mengumumkan rencana untuk mengerahkan 100.000 kendaraan yang menggunakan platform swakemudi Drive Hyperion milik Nvidia pada Konferensi Teknologi Umum (GTC) tahunan Nvidia di Washington, DC pada Oktober 2025.
Namun, informasi baru yang dirilis di GTC di San Jose, California, telah memberikan peta jalan spesifik untuk jadwal dan lokasi peluncuran. Menurut Nvidia, layanan ini kemudian akan diperluas ke luar California, menargetkan 28 kota di empat benua.
Selain Uber, Nvidia mengatakan bahwa perusahaan seperti Lyft, Bolt, dan Grab juga menggunakan sistemnya untuk mengembangkan teknologi kendaraan otonom mereka sendiri.
Platform Hyperion Nvidia adalah sistem prototipe yang dikombinasikan dengan sensor, yang dirancang untuk mendukung kendaraan otonom Level 4. Kendaraan otonom diklasifikasikan dalam skala dari Level 0 (kendaraan konvensional) hingga Level 5 (sepenuhnya otonom). Pada Level 4, kendaraan dapat beroperasi secara otonom dalam kondisi tertentu, tetapi intervensi manusia masih dimungkinkan jika diperlukan.
Selain mengumumkan kemitraannya dengan Uber, Nvidia juga menyatakan akan merilis versi baru dari model AI pengemudi otomatis Alpamayo. Alpamayo versi 1.5 menambahkan model inferensi interaktif dan adaptif yang menggunakan data masukan seperti video mengemudi, riwayat pergerakan kendaraan, instruksi navigasi, dan bahkan perintah bahasa alami. Dari sini, sistem dapat menentukan arah perjalanan kendaraan dan menjelaskan bagaimana kendaraan tersebut mengambil keputusan.
Ini berarti bahwa pengembang dapat membangun skenario mengemudi spesifik melalui perintah bahasa, membantu sistem belajar bereaksi terhadap berbagai situasi lalu lintas.
Nvidia dan Uber bukanlah satu-satunya perusahaan yang mengejar pasar mobil otonom. Waymo—perusahaan taksi robot milik Alphabet—sudah menawarkan layanan taksi robot kepada penduduk di Dallas, Houston, San Antonio, dan Orlando seiring dengan percepatan ekspansinya.
Operasi Waymo akan serupa dengan peluncuran layanan sebelumnya di kota-kota lain. Beberapa penumpang yang telah mengunduh aplikasi Waymo akan menerima undangan untuk perjalanan pertama mereka, mulai tanggal 24 Februari. Penumpang baru akan ditambahkan secara bertahap, dan pada akhirnya siapa pun yang mengunduh aplikasi akan dapat memesan perjalanan.
Penambahan kota-kota baru ini menunjukkan upaya ekspansi Waymo yang pesat. Pada Februari 2025, Waymo meluncurkan layanan taksi robot komersialnya di Phoenix dan beberapa pinggiran kota sekitarnya, serta sebagian Los Angeles dan San Francisco. Pada saat itu, CEO Alphabet, Sundar Pichai, menyatakan bahwa Waymo menyediakan lebih dari 200.000 perjalanan per minggu.
Selama 12 bulan terakhir, Waymo telah berekspansi di pasar yang sudah ada, khususnya di San Francisco. Dan bulan lalu, perusahaan tersebut meluncurkan layanan taksi robotnya di Miami. Waymo biasanya tidak merilis angka penumpang terbaru. Dalam pembaruan terbarunya, Waymo menyatakan bahwa mereka menyediakan lebih dari 400.000 perjalanan per minggu, meskipun angka sebenarnya mungkin lebih tinggi.
Waymo berencana meluncurkan layanan taksi robotnya di beberapa kota lagi tahun ini, termasuk Denver, London, dan Washington, D.C., di antara kota-kota lainnya. Waymo kini telah mengamankan tambahan $16 miliar dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh Dragoneer Investment Group, DST Global, dan Sequoia Capital, yang memberi nilai perusahaan sebesar $126 miliar.
Saat ini, Waymo mengoperasikan armada sekitar 3.000 taksi robot yang tersebar di enam pasar: Atlanta, Austin, Los Angeles, Miami, Phoenix, dan wilayah Teluk San Francisco. Ukuran armada ini diperkirakan akan meningkat dengan penambahan empat kota baru. Tenaga kerja Waymo juga akan bertambah seiring dengan ekspansi ini. Waymo menyatakan bahwa mereka memiliki proses perencanaan komprehensif untuk memastikan operasi mereka dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan bisnis.
CEO Waymo, Tekedra Mawakana, mengatakan Waymo melayani lebih banyak penumpang daripada sebelumnya dan perusahaan tersebut bertujuan untuk melayani lebih dari 1 juta perjalanan per minggu pada akhir tahun ini. Ia menambahkan bahwa Waymo sedang mempersiapkan rencana untuk menawarkan layanan taksi robot di lebih dari 20 kota.