Warta News Day - RRI.CO.ID, Jakarta - Palari Films resmi merilis trailer, poster, dan original soundtrack (OST) film Monster Pabrik Rambut. Film ini disutradarai oleh Edwin dan dibintangi sejumlah aktor ternama.
Trailer yang dirilis menampilkan kisah horor dengan latar dunia kerja yang terasa dekat dengan kondisi saat ini. Tempat kerja digambarkan layaknya monster yang memaksa para pekerja terus bekerja tanpa henti.
Suasana mencekam terlihat dari latar pabrik rambut tempat Putri dan Ida bekerja. Karakter Putri diperankan Rachel Amanda, sementara Ida dimainkan Lutesha.
Keduanya diceritakan sebagai kakak beradik yang masuk ke pabrik tersebut untuk mengungkap misteri kematian ibu mereka. Namun, selama bekerja di sana, berbagai kejanggalan mulai muncul dan memperkuat dugaan bahwa sang ibu meninggal secara tidak wajar.
Di sisi lain, karakter Bona yang diperankan Iqbaal Ramadhan menjadi adik bungsu dalam keluarga tersebut. Ia digambarkan memiliki kemampuan unik untuk meregenerasi tubuhnya, terinspirasi dari hewan axolotl.
Kemampuan ini menjadi simbol kritik terhadap dunia kerja yang menuntut produktivitas tanpa henti. Seolah-olah pekerja diharapkan mampu terus “memperbaiki diri” demi tetap bertahan.
Film ini diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Proyek ini juga menjadi kolaborasi internasional yang melibatkan Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis.
Naskah film ditulis oleh Edwin bersama Eka Kurniawan. Kolaborasi ini menjadi yang kedua setelah kesuksesan film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas di kancah internasional.
Selain berperan, Iqbaal Ramadhan juga terlibat sebagai produser eksekutif bersama Ernest Prakasa, Dian Sastrowardoyo, dan Maudy Ayunda.
Edwin menjelaskan bahwa film ini ingin menggambarkan kondisi kerja yang sering membuat manusia seperti mesin. Ia menyoroti realita pekerja yang dipaksa terus produktif hingga melampaui batas kemampuan diri.
“Di film ini kami ingin menunjukkan bagaimana kondisi kerja bisa membuat manusia bekerja tanpa henti. Bahkan seolah dituntut bisa memperbaiki diri sendiri seperti mesin,” ujar Edwin.
Tak hanya itu, Sal Priadi yang juga terlibat sebagai pemain turut dipercaya menggarap OST film. Lagu tersebut disebut akan menjadi semacam “mars” bagi para pekerja di tengah tekanan lembur.