Bazar Ramadan 2026: 130 UMKM dan Layanan Publik di Kabupaten Bandung
Sosial

Bazar Ramadan 2026: 130 UMKM dan Layanan Publik di Kabupaten Bandung

Warta News Day - Ringkasan Berita:

Pemkab Bandung akan menggelar Bazar Ramadan di Lapangan Upakarti Soreang pada 5-8 Maret 2026 dengan melibatkan 130 pelaku UMKM lokal.

Selain menawarkan kebutuhan pokok dan produk fesyen dengan harga terjangkau, acara ini menyediakan layanan cek kesehatan gratis, pengurusan Adminduk, hingga pembayaran pajak.

Ketua Dekranasda Emma Dety berharap kegiatan ini menjadi ajang promosi sekaligus penguatan ekonomi kreatif di Kabupaten Bandung.

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kabupaten Bandung berencana menggelar Bazar Ramadan 1447 Hijriah di Lapangan Upakarti, Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, pada 5 hingga 8 Maret 2026. Kegiatan ini akan menghadirkan 130 pelaku UMKM lokal dengan beragam produk kebutuhan masyarakat selama bulan puasa hingga menjelang Idul Fitri.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati, menyebutkan bahwa Bazar Ramadan tersebut merupakan agenda tahunan di Kabupaten Bandung.

"Bazar ini digagas Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) bekerjasama dengan Dekranasda. Pelaksanaannya itu untuk penguatan ekonomi," ujarnya kepada awak media, Sabtu (28/2/2026).

Emma menuturkan, berbagai kebutuhan pokok seperti beras, sayuran, daging, hingga aneka makanan siap saji akan tersedia di bazar. Selain itu, produk fesyen dan perlengkapan ibadah pun akan turut memeriahkan acara.

"Kami berharap barang-barang yang dipasarkan di Bazar Ramadan bisa terjangkau oleh seluruh masyarakat," katanya.

Tak sebatas transaksi jual beli, Bazar Ramadan tersebut juga menghadirkan sejumlah layanan publik, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis hingga administrasi kependudukan.

"Nantinya ada pelayanan cek kesehatan gratis kerja sama dengan Dinas Kesehatan, dan layanan administrasi kependudukan kerja sama dengan Disdukcapil, supaya kita tertib administrasi kependudukan," katanya.

Selain itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) turut serta dengan membuka layanan pembayaran pajak daerah, termasuk PBB dan pajak kendaraan bermotor. Kolaborasi juga dilakukan dengan Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, serta Dinas Koperasi dan UKM.

Emma berharap bazar ini menjadi sarana promosi dan memperluas jejaring bisnis bagi para pelaku usaha lokal.

"Dengan harapan produk-produk UMKM lokal bisa lebih dikenal, yang sebelumnya belum dikenal masyarakat luas. Selain itu untuk memperluas relasi bisnisnya di antara para pelaku UMKM tersebut," ujarnya.

"Termasuk Bazar Ramadan ini bisa menjadi ajang edukasi dan meningkatkan inovasi di antara para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya," ucapnya. (*)

You can share this post!